by

Toyota Harap Presiden Terpilih Pro Produksi Lokal

LiputanViral  —  Jakarta, Penjual mobil terbanyak di dalam negeri, Toyota-Astra Motor (TAM), berharap kepada presiden terpilih untuk lima tahun ke depan mampu membuat industri otomotif semakin nasionalis.

Semua elemen bangsa bakal mengawal Pemilihan Presiden (Pilpres) yang bakal berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Sebagian besar rakyat Indonesia bakal menggunakan haknya untuk memilih, entah itu pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto, sejak 2014 arah pemerintah sudah menjurus pro lokalisasi. Hal itu dikatakan membuat produk yang diproduksi di dalam negeri semakin banyak.

Soerjopranoto menilai dengan mempersempit ruang gerak mobil impor, produsen yang sudah membuat pabrik di Indonesia bakal menjadi lebih maju. Lebih dari itu, industri pendukung yang lebih kecil juga membesar.

“Itu yang kami harap. Jadi kami lebih pro terhadap lokalisasi. Kami tidak setuju dengan CBU (completely built up) atau semi CKD (completely knock down),” ucap Soerjopranoto.

Pria yang karib disapa Soerjo ini mengatakan harapannya pemimpin terpilih kelak bisa meyakinkan lebih banyak pelaku industri agar mau menanamkan modal di Indonesia.

“Kami sukanya lokalisasi, bangun pabrik dan sebagainya. Jadi maunya semua bangun pabrik kalau bisa. Kalau bisa Indonesia, jangan Singapura atau Thailand. Miris saja dengarnya Australia ambil mobil dari Singapura dan Thailand,” ucap dia.

Nasionalisme Mobil Listrik

Soerjo juga membahas lebih spesifik tentang program pemerintah Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang belum dirilis hingga sekarang. Dia menyampaikan keinginan Toyota agar kebijakan pemerintah setelah Pilpres tetap mendukung mobil listrik buatan lokal, bukan impor.

“Ngomongin hybrid, ini lokal atau impor. Kalau impor gampang. Kasih saja pajak impor nol persen. Tapi kontribusi buat Indonesia apa. Ada pabrik tidak? Nambah lapangan kerja tidak? Nah kami harapannya begitu. Jadi industri jangan hanya jualan saja,” ucap Soerjo.

Menjelang Pilpres, Indonesia menjalani ingar-bingar kampanye dan merasakan situasi memanas. Soerjo meyakini setelah Pilpres, penjualan mobil Indonesia bakal positif siapapun presidennya.

Comment

Leave a Reply

News Feed