by

Mick, Kelinci Tertua di Dunia yang Dua Kali ‘Menduda’

-LIFESTYLE-71 views

LiputanViral — Seekor kelinci biasanya paling lama hanya mampu bertahan hidup hingga berusia 12 tahun. Tapi, tidak dengan Mick. Kelinci berjenis agouti ini, kini berusia 16 tahun. Ia pun dinobatkan sebagai kelinci tertua di dunia.

Guinness World Records baru saja mengakui Mick sebagai penyandang gelar kelinci tertua di dunia saat ini.

Mick merupakan kelinci jantan dari Berwyn, Illinois, Amerika Serikat. Mick baru saja berulang tahun yang ke-16 pada 9 Februari lalu. Ia sudah melewati usia rata-rata kelinci peliharaan yang dapat hidup berkisar 8-12 tahun.

Pemilik Mick, Liz Rench, mengaku sangat gembira mendengar kabar Mick menjadi kelinci tertua di dunia.

“Saya sangat bangga padanya (Mick) dan sangat terinspirasi oleh ketangguhan dan sifat positif yang dia tunjukkan sepanjang hidupnya. Ada banyak waktu saya berpikir bahwa saya akan kehilangan dia, tetapi dia mampu beradaptasi dengan sikap yang baik dan tetap kuat,” kata Rench dikutip dari situs resmi Guinness World Records.

Rench merupakan pecinta kelinci yang sudah memelihara hewan itu sejak 20 tahun lalu. Selama merawat kelinci itu, dia mengaku tak pernah memiliki kelinci yang mampu bertahan hidup hingga 13 tahun, selain Mick.

Pertemuan Rench dengan Mick terjadi saat 2004 di tempat penampungan hewan. Ketika itu, Rench merupakan sukarelawan di tempat itu. Rench langsung tertarik dengan Mick karena dia terlihat lembut dan manis.

Saat itu Mick dekat dengan kelinci lain yakni Bianca. Dua nama kelinci itu diberikan oleh salah satu rekan Rench, yakni Bill, yang terinspirasi dari vokalis Rolling Stone dan kekasihnya, Mick dan Bianca Jagger. Bill pun mengadopsi Mick dan Bianca.

Mick dan Bianca berhubungan hingga lima tahun sampai akhirnya Bianca meninggal dunia pada 2009 lalu.

Cukup lama Mick menjalani hidup dengan kesendirian sampai akhirnya dia kembali menemukan cinta saat dikenalkan dengan salah satu peliharaan Rench lainnya, PJ pada 2015 lalu. Tapi, tak lama Bill memutuskan untuk pindah kota.

Untuk menghindari Mick berpisah dengan PJ, Rench akhirnya memutuskan untuk membawa Mick ke rumahnya. Kisah cinta di masa tua Mick ini pun juga tak berlangsung lama. PJ meninggal setahun setelahnya dan Mick kembali menduda.

Meski menduda, Rench memastikan Mick tak kesepian.

“Saya merawatnya secara teratur karena dia tidak bisa melakukan itu lagi dan dia jarang ditinggalkan sendirian. Saya memiliki pekerjaan yang memungkinkan saya membawanya ke tempat kerja, yang benar-benar membantu saya merawatnya,” ungkap Rench.

Kini, kemampuan Mick semakin berkurang. Penglihatannya sudah tidak seperti dulu karena katarak. Mick juga sulit berjalan lantaran memiliki radang sendi pada kaki belakangnya.

Mick bahkan menjalani terapi komplementer seperti akupuntur untuk membantu menghilangkan rasa sakit pada persendiannya.

Mick juga menderita ensefalitozoonosis, infeksi parasit yang rentan menerpa kelinci tua. Penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan, kejang, dan kepala miring ke satu sisi.

Di sisi lain, Rench senang dengan selera makan Mick yang tak pernah hilang. Mick bahkan mampu menjaga berat badannya tetap stabil.

“Dia makan banyak sayuran rendah kalsium dan jerami bersama dengan suguhan seperti wortel, lobak dan berry. Dia suka makan,” kata Rench.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed