by

Maria Ozawa tuding petugas menjebak demi selfie, ini kata Imigrasi

-PERISTIWA-71 views

Liputanviral – Pihak Imigrasi Kelas l TPI Denpasar mengklarifikasi terkait caption di akun Instragram pribadi Maria Ozawa alias Miyabi yang menyebutkan bahwa dirinya dijebak oleh petugas Imigrasi yang sengaja mencari informasi dan mengambil paspor dirinya agar dia mendatangi kantor imigrasi dan bisa diajak selfi oleh petugas Imigrasi.

Kepala Subseksi Informasi Imigrasi Denpasar Frans Simar Mata saat dikonfirmasi, pada Rabu (7/11) malam menjelaskan, bahwa hal tersebut tidak benar.

“Hal itu tidak ada, jadi sebelumnya kita dalam pengawasan tugas rutin. Kemudian kita ke sana melihat kegiatan itu secara tertutup tidak menunjukkan identitas,” ucapnya.

Awal mula Imigrasi memeriksa Maria Ozawa karena adanya laporan dari masyarakat terkait acara di Revayah Ayung Villa, Jalan Sekar Tunjung XII No. 188, Kesiman, Denpasar. Warga menyebut ada WN Jepang di vila tersebut.

Menurut Frans, kedatangan petugas imigrasi kegiatan tersebut untuk memastikan apakah informasi dari masyarakat itu sesuai atau tidak tentang kegiatan yang dilakukan.

Kemudian, memang ada petugas Imigrasi saat di vila tersebut foto bersama dengan Maria Ozawa namun tidak hanya petugas namun juga pengunjung lainnya.

“Jadi ada foto itu saat petugas melihat kegiatan tersebut tidak menunjukkan identitasnya dan waktu itu bukan petugas saja melakukan foto bersama di tempat vila itu. Kemudian, saat itu meminta klarifikasi dan dibawa ke kantor dan dalam rangka pembicaraan di kantor Imigrasi tidak ada petugas yang meminta untuk Selfi,” jelasnya.

“Mungkin dia (Maria Ozawa) mungkin mengatakan petugas minta Selfi karena saat kejadiannya di vila tersebut ternyata salah satu petugas yang saat itu meminta foto sama dia ternyata petugas imigrasi dan bertemu di kantor imigrasi,” tambahnya.

Menurut Frans dari petugas imigrasi melakukan pengawasan atau penyamaran seperti pengunjung biasanya.

“Dan wajar meminta foto mungkin saat ke Kantor ketemu dengan petugas tersebut. Jadi tidak ada petugas kita meminta selfi di dalam kantor ruangan kita. Dalam hal pemeriksaannya petugas pemeriksaan juga berbeda,” ujarnya.

“Tuduhan (selfi) itu tidak benar, petugas kita dalam rangka saat meminta klarifikasi di Kantor imigrasi itu tidak benar,” ungkapnya.

Frans juga mengklarifikasi, tentang adanya perampasan paspor pada Maria Ozawa, bahwa hal tersebut juga tidak benar.

“Tentang perampasan paspor itu tidak benar juga. Imigrasi dilindungi Undang-undang saat meminta paspor dokumen perjalanan orang asing. Dan itu diberikan sama orangnya (Maria Ozawa) langsung. Ini kan sama-sama datang ke kantor bukan petugas melakukan perampasan,” ujarnya.

Frans juga menjelaskan, bahwa Maria Ozawa diperiksa sampai 3 jam di Kantor Imigrasi hal itu juga tidak benar hanya melakukan pemeriksaan sekitar satu jam.

“Katanya waktunya 3 jam itu juga tidak benar acaranya juga baru selesai 23.45 dari proses perjalanan ke Kantor bisa dibilang 30 menit perjalanan. Dan satu jam saja melakukan permintaan keterangan,” ungkapnya.

Frans juga menjelaskan, bahwa saat dimintai keterangan Maria Ozawa tidak ditemukan bukti-bukti bahwa menyalahi izin tinggal dan saat itu juga pihak imigrasi memberikan paspornya dan mempersilahkan untuk melanjutkan perjalanan.

“Kita berikan paspornya dan silahkan melanjutkan perjalanan jadi tidak ada tindakan keimigrasian. Jadi hal yang wajar saja dan ini juga laporan masyarakat juga tentang kegiatan-kegiatan tersebut. Imigrasi harus merespon informasi masyarakat dan dari media sosial juga,” ujarnya.

Selain itu, kedatangan Mari Ozawa hanya menghadiri undangan perayaan pesta ulang tahun temannya Novana Arnika alias Barbie Nouva yang sama-sama berprofesi sebagai model.

“Dan Barbie juga ikut ke kantor sebagai orang yang mendatangkan. Jadi ada keterbukaan juga dan dia (Barbie) juga mendampingi dia (Maria Ozawa) orang yang mendatangkannya,” tutup Frans.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed