by

KPU Persilakan Prabowo-Sandi Baca Visi Misi Revisi Saat Debat

-POLITIK-80 views

Liputanviral  Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menyebut kedua pasangan calon memiliki haknya masing-masing terkait pembacaan visi dan misi saat debatperdana Pilpres 2019 berlangsung pada 17 Januari mendatang.

Menurut Wahyu, paslon berhak membaca visi misi yang mana saja yang mereka miliki, termasuk yang sudah direvisi. Dalam hal ini paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang revisi visi-misinya ditolak KPU.

“Kalau tentang itu (baca visi misi revisi saat debat) hak paslon, sama seperti kalau dia kampanye, paslon dipersilakan mengungkapkan gagasan besar,” kata Wahyu, Jumat (11/1).

Yang tidak diperbolehkan, kata Wahyu, yakni mengganti dokumen resmi yang telah diserahkan ke KPU pada masa pendaftaran capres-cawapres September lalu.

“Yang kita fokuskan nggak boleh diubah dokumen resmi yang diserahkan ke KPU,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyu juga menjelaskan soal pergantian visi misi milik Prabowo-Sandi yang ditolak KPU dan sempat dibandingkan dengan pergantian foto untuk surat suara milik Jokowi-Ma’ruf yang lolos. Kata dia, meski foto termasuk dalam dokumen, tetapi telah ada perjanjian antara keduanya bahwa foto masih bisa diubah sebelum masa pencetakan.

“Jadi begini prinsipnya, perubahan dokumen visi misi program dan validasi data foto dalam surat suara itu sesuatu berbeda,” katanya.

“Terkait dengan foto atau nama dalam surat suara itu sudah diputuskan bersama dalam rapat validasi data surat suara yang diselenggarakan 4 januari. Jadi itu sesuatu yang beda,” katanya.

Sebelumnya, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi mengirimkan perbaikan visi misi ke KPU pada Kamis (10/1). Perbaikan itu pun sempat diunggah oleh KPU di website resmi miliknya, namun kemudian visi misi itu ditake down.

BPN Bantah Menjiplak

Wakil Ketua Badan Pemenangan nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno membantah pihaknya menjiplak visi dan misi pasangan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, perubahan visi dan misi yang dilakukan oleh Prabowo-Sandiaga semata untuk mempertajam.

“Orang kita mau mengubah kok, menjadikan sesuatu yang sangat membedakan dengan visi misi dengan pasangan calon yang lain. Tidak ada relevansinya itu menjiplak,” ujar Eddy.

Eddy menyampaikan tak ada perubahan subtansi dalam revisi visi dan misi Prabowo-Sandi. Ia menyebut hanya ada pendetailan dan perincian terhadap program di dalamnya.

Lebih lanjut, Eddy justru menegasakan perubahan visi dan misi Prabowo-Sandiaga bukan hal yang paling utama. Ia justru menilai hal yang paling utama adalah mengenai alasan KPU menolak perbaikan visi dan misi Prabowo-Sandi.

Sebab, ia mengaku pihaknya tidak mengetahui dan pernah mendengar adanya batasan waktu revisi visi dan misi capres-cawapres.

“Kalau memang sudah ada batas waktu yang sudah dilanggar oleh BPN dalam menyampaikan visi misi tolong kami disampaikan. Tetapi sepanjang kami belum mengetahui batas waktu tentu bisa kami sampaikan,” ujarnya.

Terkait dengan revisi visi dan misi Prabowo-Sandiaga yang sempat unggah di website KPU, Eddy juga mempertanyakan. Ia mengingatkan KPU sebagai lembaga pemilu harus bersikap adil.

Ia khawatir KPU periode saat ini akan tercatat sebagai KPU terburuk dalam sepanjang sejarah jika tak bertugas dengan adil. Sebab, ia melihat ketidakadilan KPU juga diduga terjadi dalam tahapan KPU yang lain, seperti terkiat DPT hingga debat.

Di sisi lain, Sekjen PAN ini mengakui banyak perubahan yang dilakukan dalam visi dan misi Prabowo-Sandi. Namun, ia menyebut tidak ada larangan terkait hal itu.

“Dan menurut saya kalau sampai ada larangan kami diberitahu,” ujar Eddy.

Lebih dari itu, Eddy mengatakan Prabowo-Sandi bakal menyampaikan visi dan misi terbarunya saat debat perdana.

“Pokoknya memakai visi misi yang kami anggap yang paling akhir kami sampaikan ke KPU,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed