by

Ke Jember, Jangan Lupa Berburu Mi Rasa Buah dan Sayur

-FOOD-88 views

Liputanviral, JEMBER – Jika anda penyuka mie instant, tidak ada salahnya mencoba mi instant yang diproduksi oleh Heru Setiyo Wicaksono. Mi yang diberi label “Nyaman” ini, menggunakan bahan baku sayur dan buah, serta tidak menggunakan pengawet serta penyedap rasa.

Dengan menggunakan bahan baku sayur dan buah, mi tersebut aman dikonsumsi untuk anak-anak.

Ada empat varian rasa, yakni Buah Naga, Wortel, Sayur Katu dan Bayam. Usaha kuliner ini berada di jalan menuju Wisata Rembangan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Untuk rasanya, anda tidak perlu khawatir, selain tidak menggunakan bahan pengenyal, mi ini memiliki rasa khas, yakni buah dan sayur. “Karena menggunakan sayur dan buah, sangat terasa buah dan sayurnya. Jadi rasa buahnya tidak hilang, ini kelebihannya juga,” ungkap Heru, Sabtu (1/12/2018).

Selain itu, bumbu mi instan ini berbahan baku dari jamur dan rempah- rempah. “Saya sengaja memilih jamur, biar aman untuk dikonsumsi. Jadi, sama sekali ini tidak menggunakan penyedap dan penguat rasa,” katanya.

Heru menjelaskan, usaha mi tersebut digelutinya sejak tahun 2016. “Awalnya saya usaha buat mi pangsit, tetapi kok enggak berkembang, apa mungkin karena terlalu banyak saingannya, jadi saya berpikir begitu pada waktu itu,” katanya.

Akhirnya, lanjut Heru, dirinya memberanikan diri membuat terobosan, dengan membuat mi dengan bahan baku sayur dan buah.

“Ide awalnya berangkat karena ingin buat makanan yang sehat, berbahan baku sayur dan buah, serta menyehatkan. Akhirnya, nyoba buat mi dari bahan buah dan sayur ini,” ucapnya.

Mi tersebut tidak dipasarkan secara luas, namun Heru mencoba menawarkan kepada saudara dan teman- temannya. “Alhamdulillah, responnya waktu itu sangat bagus, dan banyak yang cocok dengan mi buatan saya ini,” katanya.

Akhirnya, Heru memberanikan diri untuk memasarkan mi tersebut secara online. “Saya manfaatkan media sosial yang ada, dan ternyata permintaan cukup banyak,” katanya.

Saat membuka usaha tersebut, Heru hanya memiliki modal Rp 400.000. “Saya ingat betul, uang Rp 400 ribu itu saya dapatkan ketika saya usai pelatihan di Surabaya. Dari modal itu, saya kemudian memberanikan diri keluar dari tenaga kontrak Humas Pemkab Jember, dan memulai usaha ini,” kenangnya.

Saat ini, pelanggan Heru berasal dari luar kota Jember, seperti Kabupaten Gresik, Purwokerto, Malang, Bandung, Medan dan Kalimantan. “Alhamdulillah, sudah mulai dikenal luas,” tambah dia.

Saat ini, dalam satu bulan, omset yang didapat heru dari berjualan mi tersebut bisa mencapai Rp 30 juta. “Dalam satu bulan, kira-kira ada 5500 bungkus yang saya kirim ke pelanggan di luar kota,” katanya.

Saat ini, Heru mengaku ingin terus mengembangkan usahanya tersebut. “Saya ingin punya pabrik, sebab jumlah karyawan semakin bertambah. Ini masih cari tambahan modal,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed