by

Cara Membuat Yoghurt Sendiri di Rumah, Sehat dan Hemat

-FOOD-73 views

Liputanviral – Yoghurt merupakan salah satu olahan susu yang diproses melalui proses fermentasi dengan penambahan kultur organisme yang baik, salah satunya yaitu bakteri asam laktat. Cara membuat yoghurt adalah memasukkan bakteri spesifik ke dalam susu di bawah temperatur yang dikontrol dan kondisi lingkungan. Fermentasi gula susu atau laktosa akan menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu sehingga menghasilkan tekstur seperti gel yang mengental lembut dan memberikan aroma khas pada Yoghurt.

Yoghurt memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena di dalam Yoghurt terdapat lactobacillus, vitamin B, mineral dan kaya akan protein. Mengonsumsi Yoghurt setiap hari dapat memperlancar pencernaan, menjaga kesehatan kulit, dan membantu untuk menjaga kekebalan tubuh. Semua orang dapat menikmati Yoghurt sehari-hari bahkan bagi orang yang memiliki alergi susu juga tetap bisa menikmati Yoghurt karena meskipun Yoghurt terbuat dari susu tetapi struktur laktosa Yoghurt telah dirusak oleh bakteri saat proses fermentasi sehingga tidak akan membuatmu terserang alergi.

Yoghurt memiliki rasa manis, asam dan teksturnya sangat lembut saat dimakan. Yoghurt paling pas dinikmati saat siang hari ketika cuaca sedang terik. Selain itu yoghurt bisa dikreasikan menjadi aneka olahan yang segar dan menyehatkan.

Saat ini yoghurt memang mudah ditemukan di toko-toko makanan, namun tidak ada salahnya membuat yoghurt sendiri di rumah. Selain tanpa bahan pengawet dan tambahan bahan lainnya, dengan mmebuat sendiri kamu bisa menentukan bahan-bahannya dan jadi lebih hemat. Nah, berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber Kamis (8/11/2018) beberapa cara membuat yoghurt.

1. Cara membuat yoghurt plain

Bahan Yoghurt :

– 1 liter susu murni (Bisa menggunakan susu kemasan tapi lebih baik susu murni)

– Bibit yoghurt sebanyak 5% dari banyaknya susu murni. (Untuk 1 liter susu murni bisa menggunakan sekitar 50 ml atau 2 sdm bibit yoghurt.)

Cara membuat yoghurt:

– Panaskan susu murni di atas api kecil sambil terus diaduk selama 30 menit dan jaga agar susu tidak sampai mendidih supaya protein susu tidak rusak.

– Setelah 30 menit, angkat susu dan dinginkan hingga hangat kuku dalam suhu ruangan.

– Masukan bibit yoghurt lalu aduk sampai rata dengan menggunakan alat pengaduk steril. Bila kesulitan mencari alat pengaduk dapat menggunakan spatula kayu yang sebelumnya sudah disiram menggunakan air panas sebagai proses sterilisasi alat.

– Apabila sudah selesai masukan ke wadah tertutup lalu tutupin dengan serbet untuk menciptakan kondisi gelap yang adalah syarat hidup bakteri fermentasi selama 20-24 jam.

– Sesudah 20-24 jam akan muncul lapisan berwarna kekuningan kental di atas permukaannya. Apabila masih kurang kental atau kurang asam bisa dilebihkan lagi waktunya.

– Bila dirasa sudah pas, aduk menggunakan alat steril sampai tercampur rata.

– Jika hendak membuat yoghurt lagi, pisahkan beberapa sendok ke dalam cup kecil. Inilah yang kelak akan menjadi starter apabila hendak membuat yoghurt lagi jadi tidak perlu ke supermarket membeli bibit baru. Cup berisi yoghurt tersebut ditutup rapat, tuliskan tanggal pembuatannya lalu masukan kulkas. Disarankan maksimal seminggu supaya tetap terjaga rasa dan sterilitasnya

– Yoghurt siap dinikmati, bisa ditambahkan sirup atau buah-buahan sesuai selera.

2. Cara membuat yoghurt dari susu bubuk

Selain menggunakan susu murni, cara membuat yoghurt bisa dilakukan dengan menggunakan susu bubuk. Cara membuat yoghurt ini kerap dilakukan jika memiliki budget terbatas. Meski begitu rasa dan kandungan yoghurt ini tak jauh beda dengan hasil dari cara membuat yoghurt yang lainnya.

Bahan-bahan:

– 1 cangkir plain yoghurt

– 1 kotak susu bubuk rasa plain

Cara membuat yoghurt dari susu bubuk:

– Tuang 4 gelas isi air matang dan 12 sendok makan susu bubuk ke dalam panci. Lalu aduk sampai benar-benar rata campur (supaya lebih rata, 1 gelas air + 3 sendok susu bubuk diaduk, lalu tuang ke dalam panci, begitu selanjutnya sampai 4 gelas)

– Panaskan panci berisi susu di atas kompor, tunggu sampai susu mulai keliatan bintik-bintik (atau sekitar 2-3 menit)

– Matikan kompor lalu tuang ke dalam panci lain yang ada tutupnya

– Diamkan sampai uap tidak ada lagi.

– Setelah itu, tuang yogurt ke dalam susu, aduk sampai rata

– Kemudian tutup dengan rapat dan tutup kemudian dengan kain

– Letakkan panci tersebut ke sudut ruangan yang suhunya stabil .

– Diamkan sampai 10 jam lebih.

– Setelah itu Yoghurt sudah bisa dinikmati.

Tips cara membuat yoghurt :

– Pastikan proses fermentasi yoghurt menggunakan wadah kedap udara. Wadah yang tertutup rapat akan melancarkan proses fermentasi

– Saat membeli yoghurt plain, lihat dulu masa kadaluarsanya. Kalau sudah expired maka proses pembuatan yoghurt tidak akan berhasil

– Saat memasukan susu ke wadah, pastikan susu dalam keadaan hangat. Tidak panas dan tidak terlalu dingin

– Bibit yoghurt yang dimaksud adalah bibit bakteri Lactobacillus Bulgaricus yang bisa kamu beli di toko bahan kimia ataupun toko bahan kue. Tapi jika kamu kesulitan menemukannya, kamu bisa menggantinya dengan yogurt kemasan rasa plain atau tanpa perasa tambahan, berlabel ‘live culture’, yang menandakan yogurt tadi mengandung bakteri hidup. Hal ini penting supaya bakteri bisa berkembang biak saat fermentasi susu hingga menjadi yogurt.

– Siapkan juga susu cair tawar, termometer, sendok kayu, kain bersih, wadah kedap udara, dan juga panci anti karat. Pastikan semua alat benar-benar bersih agar nantinya yogurt buatanmu sukses dan tidak terkontaminasi bakteri.

– Panaskan susu cair dengan suhu sekitar 70-80°celcius atau sampai susu panas tapi tidak sampai mendidih selama 15-30 menit. Hal tersebut bertujuan agar bakteri dalam susu bisa mati tanpa merusak gizi dalam susu tersebut. Proses pemanasan membantu mengurangi kadar air dalam susu. Aduk terus susu selama pemanasan agar tidak menggumpal di bagian dasar panci.

– Pastikan perbandingan susu murni dan bibitnya tepat. Apabila nanti yoghurtnya terlampau kental, itu artinya terlalu banyak bibit. Bila terlalu encer berarti terlalu sedikit.

– Setelah 15-30 menit, matikan kompor, lalu dinginkan susu hingga suhu sekitar 25-30°celcius atau suam-suam kuku. Agar tidak ada bakteri yang hinggap, tutup panci dengan kain bersih yang sebelumnya sudah disiapkan.

– Tip cara membuat yoghurt selanjutnya adalah, jika susu sudah dingin, kamu bisa mulai mencampurkan bakteri atau bibit yogurt. Pastikan bakteri atau bibit yogurt tersebut adalah sebesar 5-10% dari jumlah susu ya. Misalnya anda menyiapkan 100ml susu cair, maka bakteri atau bibit yogurt yang dicampurkan adalah 5-10ml, tergantung kekentalan yang diinginkan. Semakin banyak bibit, maka tekstur yogurt akan semakin kental. Aduk susu yang telah dicampur bibit sampai rata. Pindahkan susu ke dalam wadah kedap udara, lalu tutup kembali dengan kain bersih yang kering.

– Meskipun susu sudah dicampur dengan bakteri yogurt, anda harus mendiamkannya dulu selama minimal 24 jam dalam suhu ruangan agar bakteri berkembang biak. Jika susu sudah berubah menjadi kental, berbau, dan rasanya asam, tandanya yogurt anda berhasil dan sudah bisa digunakan. Yogurt pun siap dicampur dengan aneka bahan perasa, diolah jadi smoothie, dibekukan jadi es yogurt, dan masih banyak lainnya.

– Jika kamu masih memiliki sisa yogurt, simpanlah ke dalam kulkas agar bakteri tidak mati dan rasa yogurt lebih nikmat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed