by

5 Bahasa Cinta yang Harus Dimengerti Pasangan Agar Tak Sering Bertengkar

-LIFESTYLE-60 views

Liputanviral – Setiap orang memiliki preferensi berbeda dalam hubungan cinta. Ada yang senang dengan sentuhan atau hadiah, ada pula yang cukup dengan hanya memiliki waktu berkualitas bersama.

Hal-hal ini yang lalu disebut sebagai bahasa cinta. Sama seperti bahasa yang biasa kita ucapkan sehari-hari, bila saling tak mengerti, maknanya juga akan sulit dipahami. Kadang malah menimbulkan salah komunikasi antar pasangan.

Image consultant dan date coach Andrea Gunawan, baru-baru ini sedikit membedah soal bahasa cinta saat ditemui di acara peluncuran lipstik terbaru Purbasar di Alam Sutera

“Love languages (bahasa cinta) itu sebenarnya cara kita mengekspresikan rasa sayang kita ke orang lain, sehingga mereka merasa dicintai,” ujar Andrea yang memiliki 104 ribu followers di Instagram itu.

Influencer yang kerap membagikan pandangannya soal self love hingga edukasi seks itu mengatakan ada lima jenis bahasa cinta yang harus saling dipahami pasangan. Berikut 5 bahasa cinta yang harus Anda pahami.

Quality Time
Adalah mereka yang menunjukkan rasa cintanya dengan selalu menghabiskan waktu bersama orang terkasih. Bahkan walau tak melakukan apapun. Asal bersama, maka waktu yang dihabiskan terasa berkualitas. Tipikal orang yang memiliki bahasa cinta berupa quality time akan sangat kecewa bila waktu yang harusnya dihabiskan bersama, namun terganggu oleh smartphone ataupun hal lainnya yang membuat waktu berlalu tak maksimal.

Basical Touch
Mereka senang menunjukkan rasa sayangnya dengan cara menyentuh, membelai dan lain sebagainya. Bila merasa tidak mendapat sentuhan fisik yang cukup dari pasangan, mereka cenderung merasa diabaikan dan tak disayangi.

Words of Affirmation
Bentuk perhatian yang diberikan dan diinginkan oleh tipikal ini adalah melalui kata-kata atau secara verbal. Mereka senang dipuji dan dibangkitkan rasa percaya dirinya. “Tapi mereka akan sangat sakit hati kalo dikritik,” timpal Andrea.

Receiving Gifts
Senang memberikan hadiah atau materi. Bukan berarti matrealistis karena barang yang diberikan tak melulu soal harga, namun juga yang berkesan sentimentil.

“Misalnya kalau anniversary, ulang tahun atau tanggal spesial dan nggak dikasih apa-apa, mereka akan merasa nggak diperhatikan,” lanjut wanita lulusan Desain Komunikasi Visual ini.

Acts of Service
Adalah mereka yang senang melayani pasangannya. Mereka pun akan merasa diabaikan jika pasangan tidak melayani mereka. Melayani di sini maksudnya dari hal-hal sederhana seperti mengingatkan dan menyiapkan makanan, menjemput, atau sekadar selalu ada saat dia butuh tempat bercerita.

“Kenapa hal ini penting? Supaya nggak ada mismatch. Misalnya satu pasangan yang quality time, yang satunya gift. Yang satu berharap dikasih hadiah, tapi bagi yang satunya, hadiah paling penting adalah waktu. Kalau nggak sinkron dan nggak ngerti, mereka bisa merasa nggak diperhatikan atau disayang,” pungkas Andrea.

Comment

Leave a Reply

News Feed